Menteri Kesehatan Park juga meminta warganya terkhusus di wilayah ibukota dan sekitarnya untuk menghindari kerumunana dan pertemuan yang tidak perlu.
Ia pun mendesak perusahaan untuk mengizinkan karyawannya yang sakit untuk mengambil cuti.
"Rute infeksi sedang didiversifikasi di tempat kerja, sekolah penuh sesak dan ruang karaoke di daerah metropolitan," katanya.
Sebelumnya, pembatasan sosial di wilayah Seoul sempat dicabut pada 6 Mei 2020 dengan putusan aturan jalani normal baru.
Namun kondisi tersebut tak berlangsung lama, apalagi setelah meledaknya kasus penularan baru di Seoul.

Lalu pada hari Kamis (28/5/2020), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan 79 kasus infeksi baru dengan 67 di antaranya berasal dari daerah Seoul.
Sementara pada Jumat (29/5/2020) KCDC melaporkan ada 58 kasus baru di Korsel.
Para pejabat Korsel mengatakan jika pihaknya sulit melakukan pelacakan penularan pada kasus baru ini, sehingga lebih baik warganya untuk tetap waspada akan adanya gelombang kedua infeksi Covid-19.(SERAMBINEWS)