--> Skip to main content

WASPADA ! Status PDP diadospi oleh 5 Pasien Gangguan Jiwa di RSJ Pekanbaru

WASPADA ! Status PDP diadospi oleh 5 Pasien Gangguan Jiwa di RSJ Pekanbaru
ilustrasi


KABARNEGERI.COM - Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan sampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarga korban jatuhnya helikopter MI-17. Diketahui, heli itu milik TNI AD yang jatuh di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah, pada pukul 13.40 WIB.
"Saya selaku pribadi dan pimpinan MPR RI menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kesabaran atas kepergian para prajurit kebanggaan keluarga dan Indonesia," ujar Syarief dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2020).

Syarief juga menyampaikan penghormatan kepada prajurit yang meninggal dunia yakni Kpt Cpn Kadek, Kpt Cpn Fredi, Kpn Cpn Y Hendro, dan Lettu Cpn Wisnu. Juga kepada lima korban lainnya yang mengalami luka-luka yakni Lettu Cpn Vira Yudha, Praka Nanang, Praka Rofiq, Praka Supriyanto, dan Praka Andi K.


Baca juga:
Ketua MPR: TNI Harus Jadi Garda Terdepan Tangkal Komunisme
Dia yang juga anggota Komisi I DPR-RI (bidang pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen) mendukung langkah TNI AD melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab jatuhnya helikopter tersebut.

"Hasil investigasi tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan dan pembelajaran agar tidak kembali terjadi hal yang serupa," ucapnya.

Syarief menyebut bahwa para prajurit yang menjadi korban merupakan pahlawan-pahlawan bangsa. Sebab mereka menjadi korban saat menjalani pendidikan untuk memperkuat pertahanan negara.

"Pahlawan itu tidak selalu meninggal saat berperang, tetapi pahlawan selalu meninggal saat dalam keadaan mencintai Indonesia," pungkasnya.

Baca juga:
Helikopter TNI AD Sempat Terbakar Usai Jatuh di Kendal
Sebagai informasi, diketahui helikopter TNI AD tersebut jatuh pada saat sedang melaksanakan misi latihan terbang. Misi yang dilakukan di Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Semarang, Jawa Tengah merupakan bagian dari program Pendidikan Calon Perwira Penerbang 1. Sebanyak sembilan prajurit TNI AD menjadi korban. Dari sembilan korban ini, empat di antaranya meninggal dunia dan lima mengalami luka-luka.

(mul/ega) (sumber)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar